Pembaca yang budiman, jangan salah sangka. Kebangkitan Islam di akhir zaman, tidak harus menunggu Imam Mahdi. Oleh karenanya janganlah putus asa dalam memperjuangkan Islam. Kebangkita ummat islam di akhir zaman Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah mengatakan: Ketahuilah saudaraku sesama muslim, bahwa banyak dari Kaum Muslimin sekarang ini telah melenceng dari kebenaran dalam (memahami) masalah ini. Diantara mereka ada yang hatinya yakin bahwa Negara Islam tidak akan berdiri kecuali dengan munculnya Imam Mahdi, dan ini adalah khurofat dan kesesatan yang dilemparkan setan ke dalam hati mereka yang awam, terutama mereka yang dari kelompok sufi, padahal dalam hadits-hadits tentang Imam Mahdi tidak ada keterangan yang menyatakan seperti itu sama sekali. Bahkan semua hadits-hadits tersebut tidak keluar dari keterangan bahwa Nabi –shallallahu alaihi wasallam– menyampaikan kabar gembira kepada Kaum Muslimin dengan munculnya seorang laki-laki dari keluarga beliau, dan bel...
Pembaca yang budiman, jangan salah sangka. Kebangkitan Islam di akhir zaman, tidak harus menunggu Imam Mahdi. Oleh karenanya janganlah putus asa dalam memperjuangkan Islam.
Kebangkita ummat islam di akhir zaman
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah mengatakan:
Ketahuilah saudaraku sesama muslim, bahwa banyak dari Kaum Muslimin sekarang ini telah melenceng dari kebenaran dalam (memahami) masalah ini. Diantara mereka ada yang hatinya yakin bahwa Negara Islam tidak akan berdiri kecuali dengan munculnya Imam Mahdi, dan ini adalah khurofat dan kesesatan yang dilemparkan setan ke dalam hati mereka yang awam, terutama mereka yang dari kelompok sufi, padahal dalam hadits-hadits tentang Imam Mahdi tidak ada keterangan yang menyatakan seperti itu sama sekali.
Bahkan semua hadits-hadits tersebut tidak keluar dari keterangan bahwa Nabi –shallallahu alaihi wasallam– menyampaikan kabar gembira kepada Kaum Muslimin dengan munculnya seorang laki-laki dari keluarga beliau, dan beliau menerangkan banyak sifatnya, diantara sifatnya yang paling jelas: bahwa orang tersebut akan berhukum dengan Islam dan akan menyebarkan keadilan ke tengah-tengah umat manusia.
Jadi, dia sebenarnya termasuk diantara para pembaharu Islam yang diutus Allah pada setiap permulaan abad, sebagaimana keterangan itu telah shahih dari Beliau –shallallahu alaihi wasallam-. Dan sebagaimana (kabar tentang adanya pembaharu Islam di setiap permulaan abad) itu tidak mengharuskan kita meninggalkan usaha menuntut ilmu agama dan mengamalkannya untuk memperbarui agama ini, begitu pula berita munculnya Imam Mahdi, seharusnya tidak menjadikan kita menyandarkan usaha kepadanya, tidak mempersiapkan diri, dan tidak beramal untuk menegakkan Hukum Allah di bumi.
Namun yang benar adalah sebaliknya (yakni giat dengan usaha-usaha tersebut), karena usaha Imam Mahdi tidak mungkin lebih hebat daripada usaha Nabi kita Muhammad –shallallahu alaihi wasallam-. (namun) Beliau selama 23 tahun berdakwah untuk mengokohkan pilar-pilar Islam dan pendirian Negara Islam.
Lalu apa yang bisa dilakukan oleh Imam Mahdi bila keluar hari ini, dan dia mendapati Kaum Muslimin berpecah belah dalam banyak kelompok dan golongan, sedang para ulama mereka -kecuali sedikit dari mereka- dijadikan sebagai para ‘dedengkot’ mereka.
Tentunya dia tidak mampu mendirikan Negara Islam, kecuali setelah dia menyatukan pandangan mereka, dan mengumpulkan mereka dalam satu barisan, di bawah satu bendera, dan tak diragukan lagi, ini membutuhkan waktu lama –wallahu a’lam berapa lamanya-.
Maka, dalil dari syariat dan logika menunjukkan akan adanya orang-orang yang ikhlas dari Kaum Muslimin yang akan melakukan kewajiban (memperbaiki umat) ini, sehingga ketika Imam Mahdi keluar, dia tinggal memimpin mereka menuju kemenangan, dan jika pun Imam Mahdi belum muncul di zaman mereka, maka mereka telah melakukan kewajiban mereka (memperbaiki umat ini), dan Allah berfirman:
وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ
“Katakanlah (Muhammad): Beramallah kalian, maka Allah dan Rosul-Nya akan melihat amal kalian itu“. (QS. At-Taubah: 105).
[Sumber: Silsilah Ash Shahihah: 4/42].
Rasulullah SAW pernah di tanya: “Manakah di antara dua kota yang akan ditaklukkan terlebih dahulu, kota Constatinopel atau Roma?” kemudian Rasulullah SAW menjawab; “Kota Heraclius akan ditaklukan terlebih dahulu, yakni kota Constantinopel” (HR. Ahmad)
Kontantinopel (Istanbul, Turkey) telah di taklukan, berarti tinggal satu lagi yang hingga saat ini belum di taklukan yaitu “Romawi barat/Roma” (vatikan, italia)
Lalu, akankah nubuwat Rasulullah SAW segera terwujud di zaman kita sekarang??? Apakah pengaruh Islam akan bersemayam di kota Romawi Barat (Vatikan) itu, yang tentunya akan menjalar ke seluruh dunia? Hanya Allah SWT yang tahu, tetapi kita harus mulai bersiap dari sekarang demi terwujudnya kesejahteraan. Sebab, menurut saya bahwa “penaklukkan” kali ini – terhadap kota Romawi Barat (Vatikan) – tidak lagi harus di fokuskan pada jalan peperangan fisik, melainkan lebih kepada perang diplomasi dan pengaruh. Yang semuanya akan di mulai dari wilayah Timur Jauh atau Nusantara. Namun syaratnya bahwa di Nusantara ini harus terjadi revolusi besar di segala bidang, khususnya hukum dan ketatanegaraannya. Atau berdirinya khilafah yang mengikuti manhaj kenabian dan hanya mengikuti hukum Allah SWT secara benar, bukan menurut anggapan dari salah satu golongan atau mazhab.
Untuk lebih memperjelas tentang masalah ini, maka ada beberapa hadits shahih yang bisa mendukungnya, yaitu:
“Kalian perangi jazirah Arab dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian Persia (Iran), dan Allah berikan kalian kemenangan. Kemudian kalian perangi Rum (Romawi), dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian kalian perangi Dajjal, dan Allah beri kalian kemenangan” (HR. Muslim no.5161)
“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Kemudian Ia akan mengangkatnya jika Ia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim, ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan/sistem) diktator yang menyengsarakan, ia juga ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian”, kemudian beliau diam. (HR. Ahmad dan al-Bazar)
Dari Tsauban RA, dia berkata, telah bersabda Rasulullah SAW: “Akan datang panj-panji hitam dari sebelah timur jauh (Nusantara), seolah-olah hati mereka kepingan-kepingan besi. Barangsiapa mendengar tentang mereka, hendaklah datang kepada mereka dan berbaiatlah kepada mereka sekalipun merangkak di atas salju” (Dikeluarkan oleh Al-Hasan bin Sofyan dari Al-Hafiz Abu Nuaim, dari kitab Al-Hawi lil fatawa oleh Imam Sayuti)
“Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku, namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan” (HR. Abu Dawud no.9435)
“Sungguh, bumi ini akan dipenuhi oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Dan apabila kezhaliman serta kesemena-menaan itu telah penuh, maka Allah SWT akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari umatku, namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapakku. Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana ia (bumi) telah dipenuhi sebelum itu oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Di waktu itu langit tidak akan menahan setetes pun dari tetesan airnya, dan bumi pun tidak akan menahan sedikit pun dari tanaman-tanamannya. Maka ia akan hidup bersama kamu selama 7 tahun, atau 8 tahun, atau 9 tahun” (HR. Ath-Thabrani)
Jadi, bila kita mencermati isi dari beberapa hadits di atas, maka dapat di simpulkan bahwa semuanya telah merujuk pada satu isyarat, yaitu tentang kejayaan Islam. Sebab inti dari hadits pertama adalah tentang wilayah yang telah dan akan dikuasai oleh umat Islam hingga akhir zaman. Hadits kedua tentang peristiwa yang sudah, sedang terjadi sekarang dan yang akan datang mengenai kejayaan Islam – dengan sistem khilafahnya. Hadits ketiga tentang kebangkitan Islam dari wilayah Timur (Nusantara). Karena di zaman Nabi Muhammad SAW, Nusantara lebih dikenal dengan sebutan Timur Jauh. Dan memang sekarang merupakan negara yang berpenduduk Islam terbesar di dunia. Hadits yang keempat mengenai seorang tokoh pemuda yang akan mewujudkan – atas izin Allah SWT – kejayaan Islam tersebut. Ia akan hadir bersama pasukannya saat dunia telah dipenuhi dengan kezaliman dan kesemena-menaan, yang memang saat ini sudah terjadi dimana-mana. Tujuan dari sang pemuda dan pasukannya pun adalah untuk menegakkan hukum Allah SWT demi kemaslahatan semua makhluk di muka bumi. Sedangkan hadits yang kelima juga tentang sosok sang pemuda pilihan tersebut disertai sepak terjangnya, bahkan mengenai keadilan dan kemakmuran yang akan terjadi di seluruh dunia nantinya.
“Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah). Maka apakah mereka tidak mendengarkan?” (QS. As-Sajdah [32] ayat 26)
Sehingga menurut saya, bahwa apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah SAW pada 14 abad yang lalu akan terwujud di zaman kita sekarang. Dan saat ini pun kita sedang menghitung hari, tentang kapan waktunya itu mulai terjadi. Karena tanda-tanda yang pernah beliau sampaikan dulu satu persatu telah terbukti. Atau mungkin saja tidak akan lama lagi akhir dari nubuwat tersebut (kejayaan Islam di seluruh dunia) akan segera terwujud, tetapi kita sekarang masih belum bisa mengetahuinya secara detil. Bahkan mungkin saja saat ini “sang pemuda” beserta semua pasukannya – secara rahasia di Nusantara – telah mempersiapkan diri dan segala sesuatunya untuk membangkitkan kejayaan Islam di seluruh dunia. Yang dampaknya tentu tidak hanya bagi umat Islam sendiri, melainkan bagi seluruh makhluk di muka bumi ini. Karena tidak ada yang tidak mungkin jika Allah SWT telah berkehendak melalui ucapan Rasulullah SAW. Dan semuanya itu bisa saja terjadi dengan tiba-tiba dan tanpa di sangka-sangka oleh banyak orang, terutama mereka yang kufur.
Untuk itulah wahai saudaraku. Mulailah mempersiapkan diri sebaik-baiknya dari sekarang, khususnya tentang pengetahuan ajaran Islam yang sebenarnya, lalu mengamalkannya dengan ikhlas. Tambahkan juga dengan pengetahuan ilmiah tentang kehidupan sehari-hari. Agar bila saatnya nanti, saat dimana datangnya proses kebangkitan Islam itu terjadi, maka kita bisa terlibat di dalamnya dengan kesenangan dan bukan kebingungan. Sehingga hasilnya pun akan sepadan, yaitu kebahagiaan hidup di dunia dan akherat.
Semoga kita senantiasa mempersiapkan diri dalam kebenaran sikap dan hati kita. Karena hanya dengan begitulah, maka rahmat dan ridha Ilahi akan menyertai. Sementara Islam bisa berjaya dan menaungi kehidupan dunia ini dalam keadilan dan kemakmuran.
Wallahu a`lam bishowab
Kebangkita ummat islam di akhir zaman
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah mengatakan:
Ketahuilah saudaraku sesama muslim, bahwa banyak dari Kaum Muslimin sekarang ini telah melenceng dari kebenaran dalam (memahami) masalah ini. Diantara mereka ada yang hatinya yakin bahwa Negara Islam tidak akan berdiri kecuali dengan munculnya Imam Mahdi, dan ini adalah khurofat dan kesesatan yang dilemparkan setan ke dalam hati mereka yang awam, terutama mereka yang dari kelompok sufi, padahal dalam hadits-hadits tentang Imam Mahdi tidak ada keterangan yang menyatakan seperti itu sama sekali.
Bahkan semua hadits-hadits tersebut tidak keluar dari keterangan bahwa Nabi –shallallahu alaihi wasallam– menyampaikan kabar gembira kepada Kaum Muslimin dengan munculnya seorang laki-laki dari keluarga beliau, dan beliau menerangkan banyak sifatnya, diantara sifatnya yang paling jelas: bahwa orang tersebut akan berhukum dengan Islam dan akan menyebarkan keadilan ke tengah-tengah umat manusia.
Jadi, dia sebenarnya termasuk diantara para pembaharu Islam yang diutus Allah pada setiap permulaan abad, sebagaimana keterangan itu telah shahih dari Beliau –shallallahu alaihi wasallam-. Dan sebagaimana (kabar tentang adanya pembaharu Islam di setiap permulaan abad) itu tidak mengharuskan kita meninggalkan usaha menuntut ilmu agama dan mengamalkannya untuk memperbarui agama ini, begitu pula berita munculnya Imam Mahdi, seharusnya tidak menjadikan kita menyandarkan usaha kepadanya, tidak mempersiapkan diri, dan tidak beramal untuk menegakkan Hukum Allah di bumi.
Namun yang benar adalah sebaliknya (yakni giat dengan usaha-usaha tersebut), karena usaha Imam Mahdi tidak mungkin lebih hebat daripada usaha Nabi kita Muhammad –shallallahu alaihi wasallam-. (namun) Beliau selama 23 tahun berdakwah untuk mengokohkan pilar-pilar Islam dan pendirian Negara Islam.
Lalu apa yang bisa dilakukan oleh Imam Mahdi bila keluar hari ini, dan dia mendapati Kaum Muslimin berpecah belah dalam banyak kelompok dan golongan, sedang para ulama mereka -kecuali sedikit dari mereka- dijadikan sebagai para ‘dedengkot’ mereka.
Tentunya dia tidak mampu mendirikan Negara Islam, kecuali setelah dia menyatukan pandangan mereka, dan mengumpulkan mereka dalam satu barisan, di bawah satu bendera, dan tak diragukan lagi, ini membutuhkan waktu lama –wallahu a’lam berapa lamanya-.
Maka, dalil dari syariat dan logika menunjukkan akan adanya orang-orang yang ikhlas dari Kaum Muslimin yang akan melakukan kewajiban (memperbaiki umat) ini, sehingga ketika Imam Mahdi keluar, dia tinggal memimpin mereka menuju kemenangan, dan jika pun Imam Mahdi belum muncul di zaman mereka, maka mereka telah melakukan kewajiban mereka (memperbaiki umat ini), dan Allah berfirman:
وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ
“Katakanlah (Muhammad): Beramallah kalian, maka Allah dan Rosul-Nya akan melihat amal kalian itu“. (QS. At-Taubah: 105).
[Sumber: Silsilah Ash Shahihah: 4/42].
Rasulullah SAW pernah di tanya: “Manakah di antara dua kota yang akan ditaklukkan terlebih dahulu, kota Constatinopel atau Roma?” kemudian Rasulullah SAW menjawab; “Kota Heraclius akan ditaklukan terlebih dahulu, yakni kota Constantinopel” (HR. Ahmad)
Kontantinopel (Istanbul, Turkey) telah di taklukan, berarti tinggal satu lagi yang hingga saat ini belum di taklukan yaitu “Romawi barat/Roma” (vatikan, italia)
Lalu, akankah nubuwat Rasulullah SAW segera terwujud di zaman kita sekarang??? Apakah pengaruh Islam akan bersemayam di kota Romawi Barat (Vatikan) itu, yang tentunya akan menjalar ke seluruh dunia? Hanya Allah SWT yang tahu, tetapi kita harus mulai bersiap dari sekarang demi terwujudnya kesejahteraan. Sebab, menurut saya bahwa “penaklukkan” kali ini – terhadap kota Romawi Barat (Vatikan) – tidak lagi harus di fokuskan pada jalan peperangan fisik, melainkan lebih kepada perang diplomasi dan pengaruh. Yang semuanya akan di mulai dari wilayah Timur Jauh atau Nusantara. Namun syaratnya bahwa di Nusantara ini harus terjadi revolusi besar di segala bidang, khususnya hukum dan ketatanegaraannya. Atau berdirinya khilafah yang mengikuti manhaj kenabian dan hanya mengikuti hukum Allah SWT secara benar, bukan menurut anggapan dari salah satu golongan atau mazhab.
Untuk lebih memperjelas tentang masalah ini, maka ada beberapa hadits shahih yang bisa mendukungnya, yaitu:
“Kalian perangi jazirah Arab dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian Persia (Iran), dan Allah berikan kalian kemenangan. Kemudian kalian perangi Rum (Romawi), dan Allah beri kalian kemenangan. Kemudian kalian perangi Dajjal, dan Allah beri kalian kemenangan” (HR. Muslim no.5161)
“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Kemudian Ia akan mengangkatnya jika Ia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim, ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan/sistem) diktator yang menyengsarakan, ia juga ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Kemudian akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian”, kemudian beliau diam. (HR. Ahmad dan al-Bazar)
Dari Tsauban RA, dia berkata, telah bersabda Rasulullah SAW: “Akan datang panj-panji hitam dari sebelah timur jauh (Nusantara), seolah-olah hati mereka kepingan-kepingan besi. Barangsiapa mendengar tentang mereka, hendaklah datang kepada mereka dan berbaiatlah kepada mereka sekalipun merangkak di atas salju” (Dikeluarkan oleh Al-Hasan bin Sofyan dari Al-Hafiz Abu Nuaim, dari kitab Al-Hawi lil fatawa oleh Imam Sayuti)
“Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku, namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan” (HR. Abu Dawud no.9435)
“Sungguh, bumi ini akan dipenuhi oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Dan apabila kezhaliman serta kesemena-menaan itu telah penuh, maka Allah SWT akan mengutus seorang laki-laki yang berasal dari umatku, namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama bapakku. Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran, sebagaimana ia (bumi) telah dipenuhi sebelum itu oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Di waktu itu langit tidak akan menahan setetes pun dari tetesan airnya, dan bumi pun tidak akan menahan sedikit pun dari tanaman-tanamannya. Maka ia akan hidup bersama kamu selama 7 tahun, atau 8 tahun, atau 9 tahun” (HR. Ath-Thabrani)
Jadi, bila kita mencermati isi dari beberapa hadits di atas, maka dapat di simpulkan bahwa semuanya telah merujuk pada satu isyarat, yaitu tentang kejayaan Islam. Sebab inti dari hadits pertama adalah tentang wilayah yang telah dan akan dikuasai oleh umat Islam hingga akhir zaman. Hadits kedua tentang peristiwa yang sudah, sedang terjadi sekarang dan yang akan datang mengenai kejayaan Islam – dengan sistem khilafahnya. Hadits ketiga tentang kebangkitan Islam dari wilayah Timur (Nusantara). Karena di zaman Nabi Muhammad SAW, Nusantara lebih dikenal dengan sebutan Timur Jauh. Dan memang sekarang merupakan negara yang berpenduduk Islam terbesar di dunia. Hadits yang keempat mengenai seorang tokoh pemuda yang akan mewujudkan – atas izin Allah SWT – kejayaan Islam tersebut. Ia akan hadir bersama pasukannya saat dunia telah dipenuhi dengan kezaliman dan kesemena-menaan, yang memang saat ini sudah terjadi dimana-mana. Tujuan dari sang pemuda dan pasukannya pun adalah untuk menegakkan hukum Allah SWT demi kemaslahatan semua makhluk di muka bumi. Sedangkan hadits yang kelima juga tentang sosok sang pemuda pilihan tersebut disertai sepak terjangnya, bahkan mengenai keadilan dan kemakmuran yang akan terjadi di seluruh dunia nantinya.
“Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah). Maka apakah mereka tidak mendengarkan?” (QS. As-Sajdah [32] ayat 26)
Sehingga menurut saya, bahwa apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah SAW pada 14 abad yang lalu akan terwujud di zaman kita sekarang. Dan saat ini pun kita sedang menghitung hari, tentang kapan waktunya itu mulai terjadi. Karena tanda-tanda yang pernah beliau sampaikan dulu satu persatu telah terbukti. Atau mungkin saja tidak akan lama lagi akhir dari nubuwat tersebut (kejayaan Islam di seluruh dunia) akan segera terwujud, tetapi kita sekarang masih belum bisa mengetahuinya secara detil. Bahkan mungkin saja saat ini “sang pemuda” beserta semua pasukannya – secara rahasia di Nusantara – telah mempersiapkan diri dan segala sesuatunya untuk membangkitkan kejayaan Islam di seluruh dunia. Yang dampaknya tentu tidak hanya bagi umat Islam sendiri, melainkan bagi seluruh makhluk di muka bumi ini. Karena tidak ada yang tidak mungkin jika Allah SWT telah berkehendak melalui ucapan Rasulullah SAW. Dan semuanya itu bisa saja terjadi dengan tiba-tiba dan tanpa di sangka-sangka oleh banyak orang, terutama mereka yang kufur.
Untuk itulah wahai saudaraku. Mulailah mempersiapkan diri sebaik-baiknya dari sekarang, khususnya tentang pengetahuan ajaran Islam yang sebenarnya, lalu mengamalkannya dengan ikhlas. Tambahkan juga dengan pengetahuan ilmiah tentang kehidupan sehari-hari. Agar bila saatnya nanti, saat dimana datangnya proses kebangkitan Islam itu terjadi, maka kita bisa terlibat di dalamnya dengan kesenangan dan bukan kebingungan. Sehingga hasilnya pun akan sepadan, yaitu kebahagiaan hidup di dunia dan akherat.
Semoga kita senantiasa mempersiapkan diri dalam kebenaran sikap dan hati kita. Karena hanya dengan begitulah, maka rahmat dan ridha Ilahi akan menyertai. Sementara Islam bisa berjaya dan menaungi kehidupan dunia ini dalam keadilan dan kemakmuran.
Wallahu a`lam bishowab

Comments
Post a Comment